• Breaking News

    Senin, 06 Februari 2017

    Pemuda Adalah Idaman Keluarga, Masyarakat, Bangsa, Negara dan Gereja

    (1 TIMOTEUS 4 : 11 – 12)

    Oleh : Rtob

    Masa muda adalah suatu masa yang penuh kenangan yang tak terlupakan. Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan,dan sangat menuntukan masa depan.Masa muda adalah masa yang penuh idaman dan cita cita.Pendapat kami ini boleh di setujui dan mungkin ada yang tidak meng menyetujui.

    Pada masa muda tidak pala memikirkan apa yang akan dimakan pada hari itu,sebab kita pulang kerumah pasti orang tua sudah menyediakan makanan dan minuman.Begitu pula soal pakaian pasti orang tua perhatikan.


    Dimana kita tinggal masih tanggung jawab orang tua.Disi lain Pemuda pasti bercita cita apa yang dilakukan supaya orang tua bangga.Misalnya kalau dirumah berusaha mengerjakan pekerjaan rumah paling sedikit menjaga dan mengajari adek adek.,Kalau dia sekolah, bagaimana supaya dia berprestasi.Kalau dia sudah menyelesaikan study,ia berusaha mencari kerja supaya bisa membantu ekonomi orang tuanya.

    Pernah ada 4 orang anak yang sedang duduk santai di depan rumah sambil ngobrol ngobrol pada sore hari.Keempat anak itu berusia 14/15 tahun, bernama : Amir;Budi;Chandra dan Dodi.(Maaf kalau saudara pembaca memiliki nama yang sama).

    Amir berkata : "Eh....saudara saudaraku....nanti kalau saya sudah tammat SMA,saya tidak bercita cita kuliah.Lalu teman temannya memotong omongannya, dan bertanya,jadi kalau kau tammat SMA mau kemana kau..? Yang lain berkata, jaman sekarang tammat SMA tidak ada peluang cari kerja...Lalu Amir meneruskan pembicaraannya....Kalau saya tammat SMA, lebih baik menjadi sopir angkut.".

    Sebab waktu saya pergi sekolah dan pulang sekolah, saya melihat para sopir itu duduk didepan menyetir mobil sambil menikmati musik dan lagu lagu sesuka hatinya, dan sore harinya mobil di masukkan ke gudang,ditanggannya banyak duit, seterusnya masuk ke warung makan minum,santai pulang kerumah , seterusnya keluar nongkrong sesukanya.senang dan enak kan.. ? Tidak banyak beban.........Dari pada teman kita yang disana,pergi subuh,pulang malam,dia stres memikirkan pekerjaannya,dia tidak menikmati masa mudanya.....Setuju kan ?.

    Kemudian si Budi menyela....Ah,...menjadi sopir capek seharian.Aku bercita cita menjadi PNS.Lihat mereka,bangun pukul 08.00 pagi,pergi ke kantor, teken daftar hadir, keluar dari kantor masuk kewarung makan minum,sambil ngobrol ngobrol dengan teman.Sore hari pkl 16.00,pulang dan tiba tanggal satu setiap bulan ambil gaji.Pakainnya setiap hari necis, bahkan cewek cewek banyak mengejarnya.Jadi kalau kau Amir mana ada cewek mengejarmu. Mungkin kalau kau menegur cewek, kau dibentak bentak. Betul kan......?.

    Chandra tidak mau kalah, ia juga mengeluarkan unek uneknya. Kalo menurut saya,enakan menjadi dokter bedah.Ibuku baru baru ini dioperasi,waktunya hanya 1 jam,bayaranya biar kalian tau 3 juta rupiah.Coba bayangkan,jika dalam satu hari ada dioperasi katakanlah 3 orang,berarti dia dibayar 9 juta rupiah.Satu bulan katakanlah dulu 24 hari dikali 9 juta, kalian sendirilah menghitungnya.Sore harinya membuka Praktek,lihat rumah mereka ,wah...mewah dan mobilnya ratusan juta rupiah.

    Dodi dengan tenang dan lembut berkata,"Kalo aku sih .....,mau menjadi Pendeta . Lihat Bapak dan Ibu Pendeta itu. Setiap Minggu berkotbah hanya 40 menit,selesai kebaktian di kasih emplop. Ada yang dibabtis ada hamauliateon., Ada Sidi juga dapat hamauliateon, ada Nikah ada jalang jalang dari orang tua kedua mempelai, bahkan acara penguburan orang mati, toh ada salam salam. Rumah dan pasilitasnya tersedia,dan paling enak lagi kalo ada pesta pesta ,atau acara syukuran lainnya, duduk nya didepan. Terhormat kan......?.

    Saudara saudaraku para pemuda...cerita yang saya sebut diatas adalah gosip...kalo ada kita dengar cerita demikian, perlu kita saring,semua kerja,semua professi jika dilakukan dengan sungguh sungguh dan penuh tanggung jawab kepada Tuhan ,pasti bermakna untuk kita dan berguna bagi Keluarga,Masyarakat ,Bangsa ; Negara , apalagi di dalam Gereja Tuhan.

    Pada masa kini,banyak pemuda memikirkan bagaimana caranya dengan sedikit bekerja tetapi mendapat hasil yang banyak.Pemuda idaman,bukanlah pemuda yang cengeng, bukan pemuda mudah berputus asa,bukan pemuda yang memilih kerja dengan berpatokan uang, tetapi pemuda yang memliki prinsip :....”waktu adalah anugerah Tuhan,yang harus digunak an didalam hal hal yang membahagiakan orang tua,masyarakat dan Gereja.” ( 2 Tesalonika 3 :1-15; band. Amsal 6 :6 ).

    Saya membaca Alkitab,berita Timoteus.Beliau masih muda,di besarkan dan dibina Ibu yang berIman. Ibunya bernama Eunike, neneknya bernama Lois.Ia dengar dengar dan mau melakukan nasehat Ibu dan neneknya yang walaupun menurut penglihatan Iman saya keluarga sederhana, namun namanya dikenang sepanjang jaman.Paulus sendiri menyebutnya Anak yang disayangi,bisa melakukan hal hal yang bermakna yang membanggakan Keluarga,Masyarakat,bahkan menjadi teladan disepanjang jaman. ( 2 Timoteus 1 dan 2 ).

    Jika Keluarga (Bapak/Ibu) mendambakan anaknya berhasil, dan bisa membahagiakan mereka, bahkan mungkin diharapkan nantinya membantu orang tua pada masa tua mereka,menurut hemat saya wajar wajar.Orang tua kita yang melahirkan kita,mereka mengasuh,menyekolahkan kita dan bahkan mungkin mereka harus bekerja keras seharian,dan menahan keinginan keinginan mereka hanya untuk membutuhi anak anaknya, demikian seterusnya, demikian seterusnya.....,. Kita sendirilah merenungkannya, .Wah....wah... tidak bisa saya bayangkan pengorbanan orang tua kita, menurut hemat saya, kalo kita tidak bisa membantu mereka secara material, minimal tidak menyakiti hati mereka. Pasti menurut iman saya kita mendapat janji Tuhan seperti yang di Firmankan dalam Titah kelima.

    Pimpinan Pusat HKIP telah merencanakan Tahun 2017, merupakan tahun PEMUDA. Untuk itu,mari kita sambut dan mari kita sukseskan, dengan bangun dari ketertiduran . Pasti kita memiliki potensi yang boleh kita tuangkan di tengah tengah keluarga,masyarakat, dan Gereja.

    "Kalau ada sumur diladang,boleh menumpang mandi.Kalau ada umur pajang,kita dapat berjumpa kembali. selamat merayakan tahun pemuda HKIP". Salam Rtob.*

    Sinode

    Pengurus

    Tokoh