• Breaking News

    Minggu, 14 Agustus 2016

    Biarlah Hidup Matiku Bersama Jesus dan Bersama Jemaat HKIP

    Semua manusia memiliki pergumulan dan permasalahan hidup yang berbeda-beda, dan kehidupan itu harus dijalani sebagai mana mestinya, dan harus kuat. Untuk menempuh jalan berliku itu  harus memiliki pundasi yang kuat.

    OP. VERONIKA BORU SITOMPUL
    hal inilah yang terus diimpikan seorang tokoh gereja di Bagan batu, mendirikan gereja baginya adalah keharusnya, tapi kenapa semakin dekat Tuhan , semakin kuat "angin" yang menerpanya.

    Jawabannya adalah, karena dia semakin kuat, dan dia semakin diberkati. Sebut saja  Op. Veronika boru Sitompul seorang wanita umur 67 tahun yang sudah lanjut usia terus mengharapkan agar Tuhan hadir dalam kehidupannya. kerinduannya akan firman Tuhan dalam Alkitab terus tergiang dalam pikirannya, berhari-hari, berminggu-minggu, bahkat berbulan-bulan dia harus terkendala ingin mendengarkan firman Tuhan di gereja, karena dilarang karena persoalan yang dia tidak mengerti sesunguhnya.

    Harapannyanya pun tersampaikan ketika seorang pelayan Tuhan, seorang Pendeta menghampiri dirinya disebuah gereja kecil di jalan Sudirman Bagan batu. Hari itu juga, tangisnyapun tercurah, dan memohon ampun pada Tuhan, bahwa dirinya telah terberkati melalui kotbah.

    "Ternyata Tuhan itu baik, masih ada utusan Tuhan yang memberikan pelayanan kepada batin ku, hati ku dan kehidupan ku, firmannya sungguh hidup,"ucap Op. Veronika boru Sitompul yang didengar ratusan jemaat saat itu. Sambil menjelaskan,  Galatia 6:7, yang menyatakan, “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”

    Op. Veronika boru Sitompul menjelaskan, permasalahannya adalah kerinduan mendengarkan firman Tuhan ini sudah lama dinantikannya, karena ada peristiwa yang tidak dapat dicatatkan, tapi peristiwa ini terus "menghantui", seolah tidak ada lagi pelayan Tuhan dimuka bumi ini. mau kegereja ada halangan, tak ada satu pendeta pun yang dapat melegakan hatinya.

    OP. VERONIKA BORU SITOMPUL  PEGANG MIC, SAAT MEMBERIKAN KESAKSIANNYA.
    "Peristiwa itu terus menghantui, apakah aku mati dan  akan dikuburkan tidak sempurna, karena tidak ada lagi pendeta yang mau melayani kami?,"jelas Op. Veronika boru Sitompul, meratapi keluhan hatinya

    Tapi Puji Tuhan, Tuhan tidak membiarkan umatnya, dan Tuhan langsung melawat kami, semoga kami di Bagan Batu ini semakin dikuatkan, Biarlah hidup dan mati ku untuk Tuhan, untuk Jesus, dan  untuk HKIP , bersama jemaat HKIP."ujar Op. Veronika boru Sitompul terharu bahagia bersama keluarga dan anak cucunya bersaksi dihadapan ratusan jemaat yang memedati peribadatan Minggu Perdana HKIP Marantaha waktu lalu.

     Editor   : HKIP News

    Sinode

    Pengurus

    Tokoh